"Kamu itu terlalu sempurna buat aku, lebih baik kita putus"
"Aku enggak mau buat Monyet aku patah hati, aku mau kita putus. Aku iklas kok kamu sama monyet"
"aku sakit parah, bentar lagi aku mau mampus. Lebih baik kita putus."
Itulah alasan-alasan yang sering gue dengar buat orang minta putus. Walaupun enggak masuk akal tapi itu sudah jalan-nya.
Eniwe, Enggak usah banyak basa-basi lagi. Kali ini buku yang mau gue mau review adalah.. tadaaaa...
Novel ini adalah hasil karya pertama mbak Ninit Yunita (pakai embel-embel mbak biar lebih akrab, hahaha) yang enggak lain adalah istri dari mas Adhitya Mulya
Awal gue punya novel ini tahun 2005 cetakan ketujuh. Gue merasa bangga aja bisa punya novel cetakan lama karena gue sudah tau isinya sebelum elo-elo beli di toko buku sekarang dan yang pasti lebih murah. hahahaha
| ini buku gue |
Sebelum menjelaskan isinya, mari kita lihat dulu cover merah yang bergambar cewek. Kalau kita perhatikan di gambar itu si cewek sedang memegang buku bertuliskan Sun Tzu. Apa itu Sun Tzu? dan ada hubungan apa itu buku dengan kisah patah hati. Penasaran ya? Muhehehe
Gue buka lembar selanjutnya, ada beberapa opini-opini pembaca. Itu yang jadi satu alasan kenapa gue beli novel ini dulu.
Gue di buat tambah penasaran setelah baca daftar isi yang menarik.
yuuk yuuuk kita bahas isinya yuuuk...
Memang sih secara keseluruhan novel ini isinya terkesan lebih ke cewek banget, apa mungkin karena yang menulisnya cewek juga kali ya. hehe
Kalian penasaran enggak kenapa gue bilang ini buku cewek banget?
yupsss,, karena novel ini bercerita tentang seorang wanita berusia 21 tahun yang bernama Amaya. wanita ini di gambarkan penulis sebagai sosok yang cantik, pintar dan pencinta Metallica. Bisa kalian bayangkanlah betapa sempurna-nya wanita ini.
Cerita berawal dari momen dinner satu tahun jadian (ini untuk pertama kalinya Amaya bisa bertahan pacaran selama setahun). Amaya pun mempersiapkan momen tersebut dengan dandan maksimal. Tapi apa yang terjadi?
Sebuah masalah besar tercipta sejak sang pacar meminta putus kepada amaya karena alasan "Amaya terlalu sempurna". Gila kan, alasannya enggak masuk akal lah.
Karena di putusin itulah Amaya menjadi marah dan dendam kepada mantanya. Dan untuk tau bagaimana cara Amaya melewati itu semua sampai dia bisa mengatasi patah hati dan mencoba membuka hati buat yang lain silahkan baca sendiri novelnya. hahahaha
Kalian enggak akan bosan dengan gaya bahasa mbak Ninit yang ada sedikit perpaduan Sunda-nya. Apalagi di novel ini ada beberapa tips patah hati dan ada satu lagi, bagi yang suka masak sebaiknya bisa lah mencontoh resep membuat Tiramisu ala Amaya.
Banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari novel ini yang enggak bisa gue tulis dengan kata-kata.
Gue hanya bisa senyum, yang pasti jangan takut jatuh cinta dan patah hati. Karena kalau kalian udah masuk dalam salah satu situasi tersebut kalian akan berubah total. Pokoknya buku ini recommended lah buat yang akan, sudah dan sedang patah hati.
Dan gue prediksi, mungkin kata para wanita yang sampai sekarang belum move on, novel ini gue bingiiitss... hahahahahha :D

saya jg punya yg versi cover lamanya *bangga* :p
BalasHapuscover barunya keren ih :)