Sabtu, 15 Februari 2014

[Review] Kok Putusin Gue? - Ninit Yunita

"Kamu itu terlalu sempurna buat aku, lebih baik kita putus"
"Aku enggak mau buat Monyet aku patah hati, aku mau kita putus. Aku iklas kok kamu sama monyet"
"aku sakit parah, bentar lagi aku mau mampus. Lebih baik kita putus." 
Itulah alasan-alasan yang sering gue dengar buat orang minta putus. Walaupun enggak masuk akal tapi itu sudah jalan-nya.
Eniwe, Enggak usah banyak basa-basi lagi. Kali ini buku yang mau gue mau review adalah.. tadaaaa...

Judul : Kok, Putusin Gue?
Penulis : Ninit Yunita
Penerbit : GagasMedia
Cetakan kesebelas, Desember 2013
Rasanya dikhianati oleh pacar tercinta itu sakit banget! Dunia seakan mau berakhir. Setidaknya, itu yang dirasakan Amaya. Akibat sakit yang menguasai hati, membuatnya melakukan pembalasan dengan berbagai cara. namun, setelah melakukan "serangan-serangan" kepada sang mantan, tidak membuat lukanya sembuh. Malah kebencian semakin menguasainya.
Dendam dan kebencian adalah dua hal yang pelan-pelan membuat hidup Amaya hampa. Namun, kebahagiaan akan terasa nyata, seandainya ia bisa mengikhlaskan semua dan melalui hidup baru, melupakan kenangan pahit dan bersiap membuka hati untuk cinta yang lain.
Novel ini adalah hasil karya pertama mbak Ninit Yunita (pakai embel-embel mbak biar lebih akrab, hahaha) yang enggak lain adalah istri dari mas Adhitya Mulya 

Awal gue punya novel ini tahun 2005 cetakan ketujuh. Gue merasa bangga aja bisa punya novel cetakan lama karena gue sudah tau isinya sebelum elo-elo beli di toko buku sekarang dan yang pasti lebih murah. hahahaha
ini buku gue
Sebelum menjelaskan isinya, mari kita lihat dulu cover merah yang bergambar cewek. Kalau kita perhatikan di gambar itu si cewek sedang memegang buku bertuliskan Sun Tzu. Apa itu Sun Tzu? dan ada hubungan apa itu buku dengan kisah patah hati. Penasaran ya? Muhehehe
Gue buka lembar selanjutnya, ada beberapa opini-opini pembaca. Itu yang jadi satu alasan kenapa gue beli novel ini dulu.
Gue di buat tambah penasaran setelah baca daftar isi yang menarik.

yuuk yuuuk kita bahas isinya yuuuk...
Memang sih secara keseluruhan novel ini isinya terkesan lebih ke cewek banget, apa mungkin karena yang menulisnya cewek juga kali ya. hehe
Kalian penasaran enggak kenapa gue bilang ini buku cewek banget?
yupsss,, karena novel ini bercerita tentang seorang wanita berusia 21 tahun yang bernama Amaya. wanita ini di gambarkan penulis sebagai sosok yang cantik, pintar dan pencinta Metallica. Bisa kalian bayangkanlah betapa sempurna-nya wanita ini.
Cerita berawal dari momen dinner satu tahun jadian (ini untuk pertama kalinya Amaya bisa bertahan pacaran selama setahun). Amaya pun mempersiapkan momen tersebut dengan dandan maksimal. Tapi apa yang terjadi?
Sebuah masalah besar tercipta sejak sang pacar meminta putus kepada amaya karena alasan "Amaya terlalu sempurna". Gila kan, alasannya enggak masuk akal lah.
Karena di putusin itulah Amaya menjadi marah dan dendam kepada mantanya. Dan untuk tau bagaimana cara Amaya melewati itu semua sampai dia bisa mengatasi patah hati dan mencoba membuka hati buat yang lain silahkan baca sendiri novelnya. hahahaha
Kalian enggak akan bosan dengan gaya bahasa mbak Ninit yang ada sedikit perpaduan Sunda-nya. Apalagi di novel ini ada beberapa tips patah hati dan ada satu lagi, bagi yang suka masak sebaiknya bisa lah mencontoh resep membuat Tiramisu ala Amaya.

Banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari novel ini yang enggak bisa gue tulis dengan kata-kata.
Gue hanya bisa senyum, yang pasti jangan takut jatuh cinta dan patah hati. Karena kalau kalian udah masuk dalam salah satu situasi tersebut kalian akan berubah total. Pokoknya buku ini recommended lah buat yang akan, sudah dan sedang patah hati.

Dan gue prediksi, mungkin kata para wanita yang sampai sekarang belum move on, novel ini gue bingiiitss... hahahahahha :D

Sekian dulu review dari gue, mari kita Move On...

Kamis, 13 Februari 2014

ibu ku KEMALICIOUS

Teruntuk Ahmad Kemal Palevi yang berwajah absurd..

Perkenalkan gue Ramad, cowok blesteran Palembang dan Jambi.
Jujur gue bingung mau memulainya dari mana, sumpah saat menulis ini gue geli tapi alhamdulillah dengan tekat yang kuat gue beranikan diri ini.
Padahal gue enggak bisa membayangkan bagaimana para wanita di luar sana yang mengagumi ke-tampan-an gue ini harus mendadak ilfeel karena gue menulis surat cinta ini untuk lo.

Eniwey,, Sebenarnya gue tak terlalu suka dengan cara lo ber-stand up comedy, tapi mungkin itu masalahnya hanya pada selera aja.
Tapi ada satu orang yang sangat teristimewa di hidup gue yang kebetulan jatuh cinta dengan cara lo berbicara. Orang itu ada almarhumah ibu gue.

Awal mula ibu gue suka lo itu saat kita sedang asik nonton youtube berdua untuk melihat siaran ulang acara StandUp Comedy Indonesia Season 2 di Kompas TV. Yaa, kami hanya orang biasa yang enggak sanggup pakai televisi berlangganan. fyuuuh...

Saat gue melihat lo, gue bilang “ini orang enggak waras” tapi berbeda dengan respon ibu gue. Beliau malah tertawa lepas seperti tak ada beban dan  ibu gue bilang “ibu suka liat wajah anak ini” sejak saat itu ibu suka nontonin video-video lo.

Ibu gue kembali kegirangan saat lo melakukan tour ke Jambi kalau enggak salah pada tanggal 27 oktober 2012. Kami menonton bersama, nampak sekali raut wajah bahagia beliau. Ibu seperti kembali menjadi anak remaja ababil yang menjerit histeris saat melihat idolanya. Tidak hanya itu saat tour ke Palembang tanggal 23 desember 2012 pun kami bela-belain untuk menonton penampilan absurd lo dan lagi-lagi ibu kegirangan. hahaha.

Saat sinetron Heart Series 2 tayang di televisi, tiap sore gue harus siap perang dengan ibu untuk sekedar memperebutkan remote. Ibu selalu senyum melihat akting lo menjadi guru cupu, tapi senyum itu tak lama.
Sebelum sinetron itu selesai tayang, ibu gue sudah menyusul almarhum Ayah di surga.

Hal-hal sepele inilah yang membuat gue haru-biru kalau ingat tingkah ibu. Mungkin ibu akan lebih gembira kalau tau lo menulis buku Tak Kemal Maka Tak Sayang atau saat lo main gila di Comic 8

Segini aja surat cinta gue buat lo, mungkin ini bukan juga surat cinta tapi lebih ke ungkapan rasa haru gue melihat kegembiraan ibu saat pandangan pertama dengan lo.
Dan kalimat terahir, ibu ku KEMALICIOUS \m/ yeeeahh...
hahahaha, gue sampai enggak bisa gambarin wajah bahagia ibu


Salam,
Ramad (anak yang merindukan senyum almarhumah ibu saat melihat kemal)

Sabtu, 08 Februari 2014

[Review] My Creepy Diary - Ayumi Chintiami

Kamu percaya hantu?
Percaya sih karena hantu itu jelmaan dari setan dan jin.
Jadi kemungkinan hantu memang ada di dekat kita.

Indonesia sendiri banyak memproduksi film-film horror, dari kecil gue sudah di buat takut dengan adegan Susana yang jadi Kuntilanak, lalu film Jelangkung yang mengawali ngetrennya film horror sampai akhirnya film-film horror absurd lainnya.
Dan satu lagi acara yang nge-Hit tentang jagat perhantuan, yaitu Dunia Lain. Acara yang menunjukan penampakan mahluk-mahluk kasat mata.*lambaikan tangan ke kamera*

beberapa bulan yang lalu saat ke toko buku, gue nemuin buku yang katanya horror. Karena gue terhipnotis dengan tatapan mata cewek yang ada di sampul-nya akhirnya gue beli dengan kredit.

Sekarang gue mau review sedikit tentang buku horror ini. yuuuk mariii...
Judul : My Creepy Diary
Penulis : Ayumi Chintiami
Penerbit : Bukune. Cetakan Pertama, Mei 2013
Tebal : 264 halaman
ISBN : 602-220-103-9
Masih teringat jelas kali pertama pengalaman ku bersinggungan dengan sesuatu yang berasal dari dunia lain. Aku yang masih kecil sedang bermain dekat pohon yang kemudian terkenal angker. Dari gelapnya langit mendung, sosok wanita terlihat melayang menembus benda-benda, kemudian terbang dan menghilang di atas pohon. Saat itu , aku hanya diam..., bahkan terlalu takut untuk berteriak.
Aku tidak pernah menyangka jika itu hanyalah awal dari banyak kejadian seram lainnya. semua yang kualami membuatku merasa tidak nyaman. Aku takut mereka mengganggu ku atau mencelakai ku nanti. Sampai aku menyadari..., mereka menginginkan sesuatu dariku.
Namaku Ayumi. Keseharian ku sebagai orang yang bisa melihat dan berbicara dengan "mereka", membuatku memiliki dua dunia. Siang indah dan malam yang mencekam. Semuanya ku tuliskan dalam sebuah buku harian...,
My Creepy Diary.

My Creepy Diary ini di tulis oleh seorang wanita yang mempunyai kelebihan dari Tuhan atau nama keren-nya itu indigo. Kata ibu gue orang-orang seperti itu masuk golongan istimewa, tapi menurut gue sih bias aja. *mencibir sinis ke ayumi* hehe
Sebagai buku horror, ilustrasi di buku ini sukses buat gue takut. Tatapan mata di setiap ilustrasi itu seperti nyata. Sueeer deh, kalau enggak percaya beli sana.

Buku ini berisi beberapa kisah si penulis.
Sebelum gue bahas kisahnya, gue kasih tau sedikit isi prolog-nya yang super panjang, intinya sih penulis cuma mau kasih tau asal mula dia mempunyai kelebihan melihat mahluk lain tapi sayangnya ceritanya terlalu panjang.

Chapter 1 bercerita tentang kisah seorang anak yang dilihatnya di rumah sakit. Anak itu bernama Siro. Akhirnya Siro di rawat di rumah Shinchan. Ehh, tadi gue cerita apa ya? hahaha *FOKUS FOKUS*
Anak itu bernama Hirosi (Hiro), anak itu ingin meminta bantuan kepada penulis agar di sampaikan pesan kepada ibunya kalau dia sudah tenang.
Chapter selanjutnya hampir memiliki alur yang sama yaitu bertemu, meminta bantuan, di bantu dan di selesaikan dengan mudah. Ceritanya hampir membuat bosan. Tapi di beberapa chapter penulis membuat cerita yang agak beda dengan disisipkan masalah-masalah saat ingin membantu "mereka". Untuk tau lebih lengkapnya silahkan baca sendiri. hahaha
Seperti buku-buku lain, buku ini juga banyak berisi pesan-pesan disetiap akhir ceritanya yang mungkin bisa kalian jadikan tweet atau sekedar status facebook. hahahaha

Secara keseluruhan buku ini belum terlalu seram untuk sebuah buku horror. Tapi hati-hati saat kalian membacanya karena tanpa sadar ada seseorang di sudut kamar yang memandangi kalian.

Oh ya lupa, kalau kalian mau kenalan dengan penulis liat aja Timeline twitternya @AyumiChintiami yang kadang ada #CreepyStory dan sering juga galau, tulisannya yang bisa kalian liat disini. Ada juga book trailer yang bisa kalian liat disini.

Sebenarnya gue mau menunjukan kaos "My Creepy Diary" tapi saat review ini di terbitkan, kaos itu masih tergantung tak berdaya di jemuran.

Sekian dulu review dari gue, salam.

Jumat, 07 Februari 2014

[Review] The DestinASEAN - Ariev Rahman, DKK

Gue hanya seorang lelaki yang tiap hari melihat isi Timeline. Hari-hari gue hanya membaca, dan sedikit menulis. Gue tau tentang blog itu waktu zaman-zaman Raditya Dika lagi tren dengan Kambing Jantan-nya. Tapi dulu, hati gue belum tergugah untuk ikut tren ngeblog atau pun menulis. Walaupun akhir-akhir ini banyak sekali penulis-penulis baru yang enggak gue kenal.

Fyuuuh. Sekarang gue mau menulis di blog, tapi ini bukan karena mau ikut tren.
sebelumnya begini, kemarin saat gue buka twitter ternyata follower gue bertambah satu, sebagai orang awan  yang berfollower enggak lebih dari seratus gue penasaran dong siapa yang follow. Ternyata yang follow gue itu  ( walaupun di unfollow lagi, dunia emang kejam. *nangis guling-guling* ) salah satu penulis di buku #TheDestinASEAN saat gue liat timeline-nya ternyata ada Giveway gitu.
hahahah, dalam pikiran gue kesempatan dong buat menulis sekalian ikut Giveway.

Inilah review The DestiASEAN dari gue, Cekidoooot...
Judul : The DestinASEAN
Penulis : Ariev Rahman, DKK
Penerbit : B First
Cetak Pertama : Juli, 2013
Tebal : 246 Halaman
ISBN : 978-602-8864-79-4
Awalnya gue dapat buku ini dari teman, kebetulan ada tanda tangan Roy Saputra mungkin itu alasan utama gue buat terima buku itu dengan perasaan suka cita Hahaha.
Jujur awalnya gue butuh waktu banyak buat mengumpulkan mood baca buku beginian, biasanya gue baca buku-buku yang bisa membuat saya haha-hihi sambil guling-guling.

Buku The DestinASEAN ditulis keroyokan oleh sebelas orang pemain sepak bola  sekaligus yang menikmati perjalanan ke 10 negara ASEAN. Dengan bentuk buku utuh ini mereka sukses membuat tema dan benang merah yang sama. hahaha gue sotoy.

Saat pertama kali buka buku ini, gue baca cerita yang di tulis Puty Karina Puar. Karena tulisannya lah gue beranggapan buku ini beda, mungkin gue dan kebanyakan orang tau kalau Singapura itu sama aja seperti Negara lain yang memiliki gedung-gedung tinggi saja, tapi Puty menceritakan sisi lain dari hiruk pikuknya Singapura yaitu sebuah kesederhanaan penduduk yang apa adanya. Puty juga menggambarkan dengan sketsa yang indah. Mungkin ini cerita yang paling gue suka di bagian People-Culture.

Dan Dendi Riandi juga berhasil membuat gue berpikir berkali-kali bahwa enggak selamanya Pahlawan Devisa itu buruk di mata orang, bahkan Dendi menceritakan betapa baiknya mereka seakan-akan sudah kenal lama bahkan rela menemani untuk sekedar lebih tau tentang Kuala Lumpur. Cerita ini ada di bagian City.

Hmmm.. Rasanya enggak afdol kalau gue enggak bercerita tentang perjalanan Susan Natalia Poskitt, ini bukan modus gue buat menang. hahaha Di bab History, gue memang lebih tertarik dengan cerita Susan tentang Menguak Sejarah Laos. Fyi aja nih, dari gue sekolah dasar sampai perguruan tinggi boro-boro gue mau tau tentang sejarah negeri orang, sejarah indonesia aja gue masih banyak belum tau.
Tapi terlepas dari cerita sejarah Laos, lagi-lagi gue di buat takjub oleh negara-negara di luar sana. Laos aja sudah ada audio yang bisa membatu para wisatawan berkunjung ke tempat-tempat wisata, harusnya Indonesia juga bisa punya audio seperti itu.

Sum-pah Gue Pusing, sama pusing-nya saat gue cekikikan baca tulisan Adis Takdos. Tulisan ini sangat menghibur setelah berlembar-lembar kita membaca cerita yang kelihatan serius, sedangkan si Adis tetap dengan gaya tulisannya sendiri yang kocak. Dan gue sependapat dengan Adis kalau modal utama untuk menjadi beckpacker itu bukan nekat, melainkan sehat. Cerita itu ada di bagian Nature.

Selain itu ada juga cerita dari Ariev Rahman (maaf, ini bukan nama pemilik akun twitter poconggg) ada Eka Situmorang-Sir ada Marischka Predence ( fyuuuhh, lidah gue sempat ribet sendiri waktu baca namanya ) ada Oryza Irwanto dan yang terakhir ada Venus. Kalau kalian penasaran dengan uniknya cerita mereka, beli aja di toko buku. hahahah

Secara keseluruhan cerita dan tempat tujuan penulis semua menarik dan berhasil buat gue menghayal treveling pada hal masih guling-guling di kasur. Dan Mungkin kurangnya dari buku ini enggak terlalu mencolok sih, mungkin cuma pada selera baca aja sih. hehehe

Masukan-nya sih bukunya lebih di kemas lebih menarik, kalau kayak itu kesan waktu pertama pegang bukunya kayak baca buku pelajaran. hahaha
Oke, Sepertinya cukup segini aja dulu..

PS: Gue suka pembatas bukunya, lucu. Gue malah sempat bingung yang mana bagian depannya. 
tuh, tuh tanda tangan dan pembatas bukunyanya